Selasa, 05 Februari 2013

Metode Penelitian Sosial


A. Operasional Konsep
Menurut peneliti setelah membaca kerangka teori bahwa yang dimaksud dengan definisi operasional adalah suatu pembatasan atau perincian kegiatan operasi yang dilakukan untuk mengukur variabel dan indikator. Sedangkan definisi konsep adalah suatu pembatasan akan pengertian dari masing-masing variabel yang merupakan definisi dari apa yang diamati sebagai suatu konsep yang menentukan antara variabel-variabel mana anda ingin menentukan adanya hubungan empiris.
Sedangkan untuk konsep pemuasan terhadap khalayak terbagi menjadi dua, yaitu Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO). Kepuasan khalayak terhadap penggunaan media diukur dari kesenjangan kepuasan antara kepuasan yang dicari Gratification Sought dan kepuasan yang diperoleh Gratification Obtained.
B. Tipe dan Jenis Penelitian
Tipe penelitian ini adalah kuantitatif, sedangkan metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan tingkat analisis deskriptif. Peneliti menggunakan analisis deskriptif karena penelitian deskriptif hanyalah bertujuan untuk mengetahui tingkat Gratification Sought dan Gratification Obtained dari menonton program acara Hitam Putih, serta juga memaparkan ada tidaknya kesenjangan antara Gratification Sought dan Gratification Obtained motif dalam menonton program acara Hitam Putih.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi penelitian ini merupakan keseluruhan dari unit analisis, yaitu individu-individu yang diteliti. Dalam penelitian ini yakni meliputi warga Desa Rangkah Kidul RT 18 RW 01 khususnya para remaja putri usia 17 tahun ke atas dan ibu-ibu rumah tangga sesuai dengan target audiens acara Hitam Putih Trans 7.
2. Sampel
Peneliti menggunakan sampling probability area random. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian data di lapangan. Dari populasi awal Kota Sidoarjo, peneliti memilih secara random dan terpilih Desa Rangkah Kidul RT 18 RW 01.
Sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 80 orang dari jumlah populasi yang diperoleh data sekunder, yakni sebesar 300 KK.

Pengertian Struktur Sosial


Struktur Sosial
Masyarakat selalu bergerak dinamis seiring dengan kemajuan jaman.Semakin kompleks suatu masyarakat, maka terjadi pembagian kerja yang semakinrinci. Dalam masyarakat primitif, sebuah keluarga menjalankan semua fungsisosial mulai dari merawat dan mendidik anak, mencari nafkah, membuatpakaian, membuat rumah, dan sebagainya. Hal tersebut berlawanan denganmasyarakat modern. Berbagai urusan dan kebutuhan hidup dikerjakan olehorang-orang tertentu sesuai keahliannya. Misalnya pendidikan anak diserahkankepada guru, perawatan kesehatan dikerjakan oleh dokter, dan lain-lain.Semakin rinci pembagian kerja dalam suatu masyarakat, semakin banyak kelompok-kelompok sosial yang terbentuk. Kelompok-kelompok sosial itu mem-bentuk keutuhan masyarakat. Ada dua macam kelompok sosial di masyarakat, yaitu kelompok-kelompok yang memiliki strata atau tingkatan berbeda dankelompok-kelompok yang memiliki strata sama. Kelompok-kelompok denganstrata berjenjang dihasilkan oleh proses yang disebut stratifikasi sosial, sedangkankelompok-kelompok yang tidak berjenjang dihasilkan oleh diferensiasi sosial.Stratifikasi dan diferensiasi secara bersama-sama membentuk struktur sosial.Diferensiasi sosial adalah pembedaan warga masyarakat menjadi kelompok-kelompok secara horizontal dan tidak berjenjang, ini disebut kelompok sosial,sedangkan stratifikasi sosial membedakan kelompok-kelompok dalam ma-syarakat secara vertikal dan berjenjang, yang disebut dengan kelas sosial. Kelas-kelas sosial bersama-sama dengan kelompok-kelompok sosial yang ada dimasyarakat membentuk suatu rangkaian yang disebut struktur sosial

Karakteristik Penelitian Sosial


Karakteristik
Menurut Paul Leedy dalam bukunya Practical Research, ada 8 karakteristik Penelitian Sosial[7] :
Penelitian Sosial berasal dari satu pertanyaan atau masalah, dengan menanyakan pertanyaan kita sedang berupaya untuk stimulasi dimulainya roses penelitian. Sumber pertanyaan dapat berasal dari sekitar kita.[7]
Penelitian Sosial membutuhkan tujuan yang jelas. Pernyataan tujuan ini menjawab pertanyaan : “ Masalah apa yang akan diselesaikan/dipecahkan?” tujuan adalah pernyataan permasalahan yang akan dipecahkan dalam Penelitian Sosial.[7]
Penelitian Sosial membutuhkan rencana spesifik untuk melakukan penelitian rencana kegiatan disusun. Selain menetapkan tujuan dari Penelitian Sosial, kita harus menetapkan juga bagaimana mencapai tujuan tersebut. Beberapa hal yang perlu diputuskan misalnya: dimana mendapatkan data? Bagaimana mengumpulkan data tersebut? Apakah data yang ada berelasi dengan permasalahan yang ditetapkan dalam Penelitian Sosial?[7]
Penelitian Sosial biasanya membagi masalah prinsip menjadi beberapa submasalah: untuk mempermudah menjawab permasalahan, biasanya masalah yang prinsip dibagi menjadi beberapa sub masalah.[7]
Contoh: Masalah : Kompresi data dengan algoritma substitution Sub-masalah: – bagaimana melakukan kompresi data pada file teks hingga hasil kompresi 30% dari file asli? – bagaimana melakukan dekompresi pada file teks tanpa mengubah isi?
Penelitian Sosial dilakukan berdasarkan masalah, pertanyaan atau hipotesis Penelitian Sosial yang spesifik: Hipotesis adalah asumsi atau dugaan yang logis yang memberikan jawaban sementara tentang permasalahan Penelitian Sosial berdasarkan penyelidikan awal. Hipotesis mengarahkan kita ke sumber-sumber informasi yang membantu kita untuk menyelesaikan dan menjawab permasalahan Penelitian Sosial yang sudah ditetapkan. Hipotesis bisa lebih dari satu. Hipotesis mempunyai kemungkinan didukung atau tidak didukung oleh data.[7]
Penelitian Sosial mengakui asumsi-asumi: Dalam Penelitian Sosial, asumsi merupakan hal penting untuk ditetapkan. Asumsi adalah kondisi yang ditetapkan sehingga jangkauan Penelitian Sosial jelas batasnya. Asumsi juga bisa merupakan batasan sistem di mana kita melakukan Penelitian Sosial.[7]
Penelitian Sosial membutuhkan data dan intepretasi data untuk menyelesaikan masalah yang mendasari adanya Penelitian Sosial: Pentingnya data bergantung pada bagaimana peneliti memberi arti dan menarik inti sari dari data-data yang tersedia. Di dalam Penelitian Sosial data yang tidak diintepretasikan/diterjemahkan tidak berarti apapun.[7]
Penelitian Sosial bersifat siklus.[7] Siklus dari Penelitian Sosial dapat digambarkan seperti pada gambar disamping.
Siklus Penelitian Sosial
Untuk memulai suatu penelitian, permasalahan yang akan dipecahkan perlu ditemukan lebih dahulu. Beberapa hal yang membantu penemuan tersebut adalah membaca artikel jurnal-jurnal ilmiah pada bidang yang diminati. Dengan membaca beberapa artikel jurnal yang memuat permasalahan dan pemecahannya diharapkan ada stimulasi dari pembacaan tersebut untuk menimbulkan ide-ide lain yang layak untuk diteliti.[7]

Penelitian Sosial


Penelitian sosial
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Penelitian sosial adalah istilah yang digunakan terhadap penyelidikan-penyeldikan yang dirancang untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan sosial, gejala sosial, atau praktik-praktik sosial. Istilah sosial ini menunujuk pada hubungan-hubungan antara, dan di antara, orang-orang, kelompok-kelompok seperti keluarga, institusi (sekolah, komunitas, organisasi, dan sebagainya), dan lingkungan yang lebih besar.[1]
Daftar isi [sembunyikan]
1 Definisi
2 Karakteristik
3 Filosofi
4 Catatan kaki
[sunting]Definisi
Gejala sosial atau hubungan antara dua atau lebih gejala sosial dijadikan sebagai topik penelitian sosial. Topik yang berhubungan dengan gejala sosial bisa menyangkut individu (misal, kepuasan kerja), kelompok (misal, kepemimpinan), masyarakat (misal, struktur sosial), institusi (misal, iklim organisasi), dan juga lingkungan yang lebih luas seperti negara (misal, pertumbuhan ekonomi nasional). Jika demikian, studi tentang hubungan-hubungan antara, dan di antara, orang, kelompok, institusi, atau lingkungan yang lebih luas dinamakan dengan penelitian sosial. Penelitian sosial merupakan suatu tipe penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan sosial (social scientist) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang berbagai aspek sosial sehingga kita dapat memahaminya.[2]
Penelitian atau riset pada dasarnya merupakan suatu penyelidikan yang sistematis dan metodis atas suatu masalah untuk menemukan solusi atas masalah tersebut dan menambah khazanah pengetahuan.[3]
Para peneliti sedang meneliti gejala sosial yang ada di dalam masyarakat
Kata “research” dalam bahasa Inggris berasal dari kata “Reserare” (bahasa Latin) yang berarti mengungkapkan. Secara etimologis, kata “research” (penelitian, riset) berasal dari kata “re” dan “to search”. ‘Re’ berarti kembali dan to search berarti mencari.[4] Jadi, secara etimologis, penelitian berarti mencari kembali. Namun, makna yang terkandung dalam kata “research” jauh lebih luas dari pada sekedar mencari kembali atau mengungkapkan. Ini terlihat dari beberapa definisi penelitian berikut :
“ ”Penelitian adalah penyelidikan yang sistematis untuk menemukan jawaban atas masalah. Penelitian dapat digambarkan sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah spesifik yang memerlukan solusi. Ini adalah serangkaian langkah-langkah dirancang dan diikuti, dengan tujuan menemukan jawaban terhadap isu-isu yang perhatian kepada kita dalam lingkungan kerja. ”
[5]
Jadi, walaupun penelitian merupakan sentral untuk penyelidikan dan pencarian solusi atas masalah-masalah sosial dan kegiatan akademik, belum ada konsensus dalam literatur tentang bagaimana penelitian harus didefinisikan. Hussey menyatakan bahwa penelitian menyediakan suatu peluang untuk mengenali dan memilih satu masalah penelitian dan menyelidikinya secara bebas.[6]

Macam dampak mobilitas


DAMPAK MOBILITAS SOSIAL

Menurut Horton dan Hunt (1987), ada beberapa konsekuensi negatif dari adanya mobilitas sosial vertical , antara lain sebagai berikut:
1.  Adanya kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun.
2.  Timbulnya ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat
3.  Keretakan hubungan antaranggota kelompok primer, yang semula karena seseorang berpindah ke status yang lebih rendah.
Dampak mobilitas sosial bagi masyarakat terdiri dari dua macam, yaitu dampak positif dan dampak negatif, yang antara lain sebagai berikut:
1. Dampak Positif
a.  Mendorong seseorang untuk lebih maju
terbukanya kesempatan untuk pindah dari strata satu ke strata yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri seseorang untuk maju dalam berprestasi agar memperoleh status yang lebih tinggi.
b.  Mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik
dengan mobilitas, masyarakat selalu dinamis bergerak menuju pencapaian tujuan yang diinginkan.
c.  Meningkatkan integrasi sosial
terjadinya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi sosial.
2. Dampak Negatif
a.  Timbulnya konflik
Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi 3 bagian,yaitu sebagai berikut.
1)  Konflik antarkelas
apabila terjadi perbedaan kepentingan antarkelas sosial, maka bisa memicu terjadinya konflik antarkelas. dengan adanya keadaan seperti itu keseimbangan dalam masyarakat menjadi terganggu. contohnya konflik antara majikan dan buruh dalam suatu perusahaan.
2)  Konflik antarkelompok sosial
Konflik ini dapat berupa:
a)      Konflik antara kelompok sosial yang masih tradisional dengan kelompok sosial yang modern.
b)      Proses suatu kelompok sosial tertentu terhadap kelompok sosial lain yang memiliki wewenang.
3)  Konflik antargenerasi
b.  Berkurangnya Solidaritas Kelompok
c.  Dampak lain mobilitas sosial dari faktor psikologis antara lain sebagai berikut.
1.  Menimbulkan ketakutan
2.  Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya(post power syndrome)
3.  Mengalami frustasi.

Macam Media Sosialisasi


Berbagai macam media sosialisasi

Media Sosialisasi
Sosialisasi dapat terjadi melalui interaksi social secara langsung ataupun tidak langsung. Proses sosialisasi dapat berlangsung melalui kelompok social, seperti keluarga, teman sepermainan dan sekolah, lingkungan kerja, maupun media massa. Adapun media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah keluarga, sekolah, teman bermain media massa dan lingkungan kerja.
a. Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya. Kebijaksanaan orangtua yang baik dalam proses sosialisasi anak, antara lain :
  1. berusaha dekat dengan anak-anaknya
  2. mengawasi dan mengendalikan secara wajar agar anak tidak merasa tertekan
  3. mendorong agar anak mampu membedakan benar dan salah, baik dan buruk
  4. memberikan keteladanan yang baik
  5. menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan-kesalahan dan tidak menjatuhkan hukuman di luar batas kejawaran.
  6. menanamkan nilai-nilai religi baik dengan mempelajari agama maupun menerapkan ibadah dalam keluarga.
b. Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal. Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari seorang anak di sekolah tidak hanya membaca, menulis, dan berhitung saja namun juga mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme (universal) dan kekhasan / spesifitas (specifity).
c. Teman bermain (kelompok bermain)
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Puncak pengaruh teman bermain adalah masa remaja. Para remaja berusaha untuk melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bagi kelompoknya itu berbeda dengan nilai yang berlaku pada keluarganya, sehingga timbul konflik antara anak dengan anggota keluarganya. Hal ini terjadi apabila para remaja lebih taat kepada nilai dan norma kelompoknya.
d. Media Massa
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Contoh :
  1. adegan-adegan yang berbau pornografi telah mengikis moralitas dan meningkatkan pelanggaran susila di dalam masyarakat
  2. penayangan berita-berita peperangan, film-film, dengan adegan kekerasan atau sadisme diyakini telah banyak memicu peningkatan perilaku agresif pada anak-anak yang menonton.
  3. Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
e. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.
1) Lingkungan kerja dalam panti asuhan
Orang yang bekerja di lingkungan panti asuhan lama kelamaan terbentuk kepribadian dengan tipe memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, sabar dan penuh rasa toleransi.
2) Lingkungan kerja dalam perbankan
Lingkungan ini dapat membuat seseorang menjadi sangat penuh perhitungan terutama terhadap hal-hal yang bersifat material dan uang.

Karakteristik penelitian sosial


Karakteristik penelitian sosial

Karakteristik
Menurut Paul Leedy dalam bukunya Practical Research, ada 8 karakteristik Penelitian Sosial[7] :
Penelitian Sosial berasal dari satu pertanyaan atau masalah, dengan menanyakan pertanyaan kita sedang berupaya untuk stimulasi dimulainya roses penelitian. Sumber pertanyaan dapat berasal dari sekitar kita.[7]
Penelitian Sosial membutuhkan tujuan yang jelas. Pernyataan tujuan ini menjawab pertanyaan : “ Masalah apa yang akan diselesaikan/dipecahkan?” tujuan adalah pernyataan permasalahan yang akan dipecahkan dalam Penelitian Sosial.[7]
Penelitian Sosial membutuhkan rencana spesifik untuk melakukan penelitian rencana kegiatan disusun. Selain menetapkan tujuan dari Penelitian Sosial, kita harus menetapkan juga bagaimana mencapai tujuan tersebut. Beberapa hal yang perlu diputuskan misalnya: dimana mendapatkan data? Bagaimana mengumpulkan data tersebut? Apakah data yang ada berelasi dengan permasalahan yang ditetapkan dalam Penelitian Sosial?[7]
Penelitian Sosial biasanya membagi masalah prinsip menjadi beberapa submasalah: untuk mempermudah menjawab permasalahan, biasanya masalah yang prinsip dibagi menjadi beberapa sub masalah.[7]
Contoh: Masalah : Kompresi data dengan algoritma substitution Sub-masalah: – bagaimana melakukan kompresi data pada file teks hingga hasil kompresi 30% dari file asli? – bagaimana melakukan dekompresi pada file teks tanpa mengubah isi?
Penelitian Sosial dilakukan berdasarkan masalah, pertanyaan atau hipotesis Penelitian Sosial yang spesifik: Hipotesis adalah asumsi atau dugaan yang logis yang memberikan jawaban sementara tentang permasalahan Penelitian Sosial berdasarkan penyelidikan awal. Hipotesis mengarahkan kita ke sumber-sumber informasi yang membantu kita untuk menyelesaikan dan menjawab permasalahan Penelitian Sosial yang sudah ditetapkan. Hipotesis bisa lebih dari satu. Hipotesis mempunyai kemungkinan didukung atau tidak didukung oleh data.[7]
Penelitian Sosial mengakui asumsi-asumi: Dalam Penelitian Sosial, asumsi merupakan hal penting untuk ditetapkan. Asumsi adalah kondisi yang ditetapkan sehingga jangkauan Penelitian Sosial jelas batasnya. Asumsi juga bisa merupakan batasan sistem di mana kita melakukan Penelitian Sosial.[7]
Penelitian Sosial membutuhkan data dan intepretasi data untuk menyelesaikan masalah yang mendasari adanya Penelitian Sosial: Pentingnya data bergantung pada bagaimana peneliti memberi arti dan menarik inti sari dari data-data yang tersedia. Di dalam Penelitian Sosial data yang tidak diintepretasikan/diterjemahkan tidak berarti apapun.[7]
Penelitian Sosial bersifat siklus.[7] Siklus dari Penelitian Sosial dapat digambarkan seperti pada gambar disamping.
Siklus Penelitian Sosial
Untuk memulai suatu penelitian, permasalahan yang akan dipecahkan perlu ditemukan lebih dahulu. Beberapa hal yang membantu penemuan tersebut adalah membaca artikel jurnal-jurnal ilmiah pada bidang yang diminati. Dengan membaca beberapa artikel jurnal yang memuat permasalahan dan pemecahannya diharapkan ada stimulasi dari pembacaan tersebut untuk menimbulkan ide-ide lain yang layak untuk diteliti.[7]